Apa itu chia seed?

Chia seed adalah bijian-bijian kecil dari tanaman Salvia hispanica, salah satu jenis tanaman mint.  Warna chia seed bervariasi dari hitam, abu-abu, maupun hitam dengan bercak-bercak putih. Bentuknya oval dengan ukuran sekitar 1-2mm. Chia seed berasal dari daerah Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Kata chia sendiri pun berasal dari bahasa suku Maya yang artinya kekuatan.

Pada awalnya, budidaya chia sebagai bahan pangan pokok hanya dilakukan oleh suku-suku di Mexico dan Guatemala, tetapi saat ini budidaya chia tidak terbatas di Amerika saja, melainkan sudah berkembang hingga Australia dan Asia Tenggara. Di Indonesia, chia seed bisa Anda dapatkan di supermarket maupun toko-toko khusus yang menjual bahan makanan sehat. Sediaannya pun bermacam-macam, ada yang masih berupa biji-bijian utuh ataupun berupa produk komersil lainnya seperti sereal, makanan ringan, dll.

Perbedaan Chia Seed dan Biji Selasih

Chia seed umumnya diimpor dari luar negeri. Chia seed berasal dari tanaman mint bernama salvia hispanica yang banyak tumbuh di Meksiko dan Amerika Selatan. Bahan makanan ini sering dikonsumsi sebagai nutrisi diet dan kesehatan. Para ahli percaya jika biji chia memiliki segudang manfaat buat kesehatan. Biji chia juga melancarkan sistem pencernaan dan menjaga kesehatan jantung. Chia seed juga dikenal sebagai superfood yang kaya akan zat gizi seperti omega 3, serat dan protein.

Ketika direndam di dalam air, biji chia akan mengembang berkali-kali lipat sehingga mampu memberikan efek kenyang. Di beberapa negara, biji chia bahkan digunakan sebagai pengganti telur dalam kue karena bersifat gluten free. Untuk mengonsumsi biji chia, kita bisa langsung mengonsumsinya dengan menabur langsung di atas salad, es krim, smoothie bowl dan sejenisnya atau bisa direndam dulu seperti biji selasih.

Sedangkan biji selasih, ini merupakan biji-bijian yang berasal dari tanaman dengan nama ilmiah ocimun basilicum yang banyak tumbuh di India dan sekitar Mediterania. Biji selasih mengandung zat besi dan nutrisi lain yang sangat bagus buat kesehatan terutama untuk mencegah anemia. Untuk mengonsumsi biji selasih kita perlu merendamnya terlebih dengan air.

Sejauh ini, biji selasih banyak digunakan sebagai bahan tambahan untuk minuman seperti es teler, es krim, puding juga es buah.

Apa Saja Manfaat Chia Seed?

Bagi Anda yang mencintai makanan organik atau menjalani diet raw food, mungkin sudah pernah mendengar beberapa manfaat chia seed, meskipun sebenarnya masih diperlukan lebih banyak lagi penelitian terhadap manfaat chia seed sendiri.

Bagi Anda yang penasaran dengan ragam manfaat chia seed, berikut ini adalah beragam manfaat yang diperkirakan dapat diperoleh dari chia seed:

  • Menurunkan berat badan
    Jumlah serat yang cukup tinggi di dalam chia seed dipercaya dapat menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan makanan yang mengandung serat tinggi umumnya dapat membantu dalam membuat perut merasa kenyang lebih lama. Kandungan protein pada biji chia juga dipercaya dapat mengurangi keinginan untuk makan. Penelitian menunjukkan bahwa penderita obesitas yang rutin mengonsumsi chia seed selama 6 bulan, terlihat mengalami penurunan berat badan sekitar 2 kg.

Namun, mengonsumsi chia seed saja tidak cukup membuat program penurunan berat badan Anda sukses. Dalam hal ini, chia seed bisa membantu menurunkan berat badan jika dibarengi dengan pola makan dan pola hidup yang sehat, yakni dengan mengontrol asupan kalori, rajin berolahraga, dan istirahat yang cukup.

  • Baik untuk kesehatan tulang
    Kandungan protein serta mineral pada chia seed, seperti kalsium, mangan, magnesium, dan fosfor baik untuk mendukung kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis. Selain itu, chia seed yang berasal dari tanaman juga merupakan sumber kalsium yang baik bagi Anda yang vegetarian.
  • Memelihara kesehatan jantung

Chia seed dengan kandungan protein, serat, antioksidan, dan lemak baik yang tinggi ternyata juga terlihat memiliki dampak yang baik untuk kesehatan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi chia seed dapat melindungi jantung dari pengerasan pembuluh darah dan penyakit jantung. Namun efek ini tidak hanya semata-mata dari mengonsumsi chia seed, namun juga dengan menjalani pola hidup sehat.

  • Baik bagi penderita diabetes
    Sejumlah penelitian menunjukkan keterkaitan mengonsumsi biji chia dengan penurunan risiko diabetes tipe 2. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa chia seed dapat mencegah lonjakan gula darah di dalam tubuh. Efek ini diduga terkait dengan kandungan gizi di dalam chia seed yang dapat membantu menjaga stabilnya gula darah.
  • Baik bagi penderita divertikulosis
    Kandungan seratnya yang tinggi membuat biji chia dipercaya dapat mengatasi masalah divertikulosis. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya serat dapat membantu meringankan gejala divertikulosis. Mengonsumsi makanan yang berserat tinggi dapat memperlancar pergerakan usus dan mencegah sembelit.

Selain itu, chia seed juga diperkirakan baik untuk menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Bahkan, dengan kandungan omega-3 di dalamnya yang juga tidak kalah tinggi, chia seed dipercaya dapat menurunkan risiko munculnya stroke.

Bagaimana cara menggunakan chia seed?

Chia seed dapat langsung dimakan mentah atau dicampurkan ke dalam masakan. Rasa chia seed mirip seperti rasa kacang, cocok digunakan baik dalam masakan manis maupun masakan gurih. Chia seed dapat ditaburkan pada sereal, salad, atau nasi. Chia seed juga dapat ditambahkan pada smoothies, yoghurt, maupun puding. Saat dicampur dengan cairan, chia seed akan mengembang dan berubah teksturnya menjadi seperti jeli.

Bagi Anda yang vegetarian atau alergi telur, chia seed juga dapat digunakan sebagai pengganti telur pada saat membuat adonan kue.  Caranya campurkan 1 sdt chia seed dengan 2 sdm air. Satu sdm campuran chia seed tersebut dapat menggantikan 1 butir telur. Bagi Anda yang memiliki alergi gluten, chia seed dapat dikonsumsi karena chia seed tidak mengandung gluten.